Bagaimana Memulai Sebuah Bisnis meski (Hampir) Tak ada Uang

Originally published in:

Anda bersemangat untuk memulai Bisnis anda. Mungkin Anda punya ide, atau Anda sekedar terpana dengan bayangan membangun sebuah Bisnis atau bahkan hingga Kerajaan Anda sendiri. Anda bersedia menanggung resikonya, seperti meninggalkan pekerjaanmu sebelumnya atau pergi tanpa uang pribadi selama beberapa waktu. Tapi disana ada ruang ketakutan yang logis untuk berjuang: Anda tidak memiliki cukup uang.

Dilihat dari permukaan, ini mungkin masalah yang besar, tapi kurangnya dana pribadi seharusnya tidak menghentikan Anda mengejar impian Anda. Bahkan, adalah sangat mungkin memulai suatu bisnis dan mengembangkannya tanpa dana atau modal apapun. — asalkan anda tahu apa yang Anda kerjakan

Mengapa Bisnis perlu Uang?

Pertama-tama, mari lihat alasan utama mengapa sebuah Bisnis perlu uang pada awalannya. Tidak ada estimasi dana yang baku dalam membangun Startup, sehingga bisnis yang berbeda memiliki kebutuhan berbeda. Adalah penting untuk memperhitungkan berapa dana yang Anda butuhkan sebelum menemukan alternatif lain untuk mendanai Bisnis anda.

Perhatikan aturan-aturan berikut:

  • Lisensi dan Izin: Tergantung dimana Anda membuka bisnis, Anda mungkin memerlukan surat khusus disana.
  • Supply: Anda membeli barang-barang mentah untuk dijual? Atau berapa Komputer Anda butuhkan?
  • Peralatan: Apakah Anda perlu mesin khusus atau software?
  • Ruang Kantor: Ini adalah pengeluaran yang besar, dan Anda tidak bisa mengacuhkan kebutuhan-kebutuhan seperti koneksi Internet, biaya ATK, cleaning service (jika dibutuhkan), hingga outsourcing pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa Anda handle.
  • Pengeluaran untuk Operasi: Tentu Anda harus mengalokasikan biaya marketing, seperti beriklan.
  • Biaya Perizinan: Di beberapa negara ini biaya cukup besar, di Indonesia pun begitu.
  • Biaya Pegawai, freelancers dan Kontraktor: Beberapa pekerjaan yang Anda perlu bantuan, akan menyebabkan biaya tambahan juga.

Dengan penjelasan tersebut, Anda punya dua cara untuk membangun Bisnis dengan sedikit dana: Kurangi biaya Anda atau menambahkan Dana dari luar.

Dari sini, Anda punya tiga pilihan disini:

1. Kurangi Kebutuhan Anda

Pilihan pertama Anda adalah dengan merubah model Bisnis Anda menjadi yang hanya memerlukan sedikit kebutuhan sesuai list di atas. Contohnya, jika Anda berencana untuk memulau sebuah Bisnis sebagai konsultan atau freelancer, Anda bisa mengurangi jumlah pegawai Anda dengan menjadi pegawai satu-satunya di awal memulai. Kecuali Anda benar-benar butuh ruang Kantor, Anda bisa memilih untuk mengerjakan Bisnis di rumah. Anda bahkan bisa mengerjakan PR lain Anda di rumah dalam menemukan sumber supplier, atau memotong seluruh proses produksi yang terlalu mahal untuk menghasilkan suatu produk.

Meski begitu, ada beberapa pengeluaran yang tak bisa Anda hindari. Perizinan untuk usaha boleh jadi adalah biaya yang paling besar dibandingkan memotong proses produksi yang mahal tadi. Sebuah CV bisa membutuhkan 3-4 juta rupiah untuk dibuat, sedangkan PT boleh jadi 2 atau 3 kali lipatnya.

2. Bootstrap

Pilihan kedua Anda ini mengambil ide periode “pemanasan” pada Bisnis Anda. Justru tidak mengambil keputusan untuk mempersiapkan seluruh elemen Perusahaan, Anda cukup memulai Bisnis dengan sekedar membuat Blog terlebih dahulu dan satu niche jasa, mengurangi scope pekerjaan Anda, demi untuk memulai terlebih dahulu. Jika Anda bisa memulainya dengan sendirian, Anda dapat memotong porsi besar dana usaha Anda.

Ketika Anda mulai mendapatkan penghasilan atau revenue, Anda baru dapat mulai berinvestasi pada Bisnis Anda, setahap-demi-tahap.

3. Outsource

Opsi ketiga untuk Anda adalah dengan mencari pendanaan dari sumber luar. Ada lusinan cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan sejumlah dana. Ini adalah beberapa sumber potensial untuk Anda.

  • Teman dan Keluarga. Jangan meremehkan kemampuan keluarga dan teman untuk men-support Anda. Meski artinya Anda perlu mencatat dari banyak sumber
  • Angel Investor. Angel Investor adalah orang ‘berada’ yang mem-back-up ide -ide bisnis dengan dana sebelum Bisnis tersebut dikenal. Biasanya mereka akan menukar dana mereka dengan bagian saham di Perusahaan. Ini patut dicoba.
  • Venture Capitalist. Berbeda dengan Angel Investor, Venture Capitalist adalah partnership atau organisasi yang juga biasanya melakukan pelatihan-pelatihan Bisnis.
  • Crowdfunding. Cara ini populer karena suatu alasan: dengan ide yang bagus, dan kerja yang cukup, Anda bisa mengundang pendanaan untuk apapun itu.
  • Pinjaman Pemerintah. Sudah banyak Pemda-pemda di Indonesia yang memiliki layanan peminjaman Dana Usaha. Ini biasanya digunakan oleh UKM-UKM lokal yang berkembang
  • Pinjaman Bank. Anda akan selalu bisa membuka kredit kepada Bank, selama history pembayaran Anda baik.

Dengan 1 atau lebih tiga opsi ini, Anda seharusnya sudah bisa mengurangi pengeluaran untuk Bisnis Anda hingga hampir Tidak Ada. Namun begitu, Anda juga perlu berkorban hal lainnya, seperti waktu yang extra, tenaga yang extra, bisnis yang kecil, berhutang, tapi jika Anda percaya dengan Ide Bisnis Anda, tidak ada satupun kesulitan ini yang akan menghadang Anda. Dana usaha adalah kebutuhan mayor sebuah Bisnis yang harus Anda hadapi, tapi hati-hati, itu bisa ‘memangsa’ Bisnis Anda jika tak bisa membayarnya.